Cara Sehat
Info Sehat


Kenali Seluk Beluk USG

KETIKA hamil, biasanya calon ibu akan lebih rajin kontrol untuk melihat perkembangan janin. Salah satu cara medis untuk melihat kondisi janin yaitu USG. Sejauh apa manfaat USG dan apa yang harus diketahui saat USG?

Berikut ini pemaparan dr. Ivan R. Sini, MD,FRANZCOG, GDRM, SpOG dari Rumah Sakit Bunda Jakarta.

Ultrasonografi (USG) adalah suatu alat yang digunakan untuk memotret atau merekam gambar hidup janin untuk mendiagnosa kondisi atau kelainan penyakit pada janin. Secara harfiah USG berarti pengambilan gambar dengan gelombang suara ultra, yaitu gelombang suara dengan frekuensi 20.000 Hertz yang dipancarkan secara menyebar. USG berperan sangat penting dalam perkembangan medis. Seiring kemajuan zaman, perkembangan USG juga makin canggih.

Dulu pergerakan janin yang terlihat di monitor masih dalam bentuk gerakan patah-patah. Tapi sekarang dengan resolusi yang lebih detail akan tampak gerakan janin yang lebih halus (smooth), fluently, dan setiap slice (lapis) bisa dilihat lebih jelas sehingga fungsi medisnya juga lebih baik. Bagi dokter, kemajuan teknologi USG dapat menajamkan akurasi pemeriksaan.

Perkembangan Janin

USG bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada janin dan masalah yang mungkin muncul sejak proses kehamilan sampai akhir kehamilan. Pada trimester satu merupakan tahap awal untuk melihat janin sudah terbentuk atau belum, jantung sudah ada atau belum dan panjang janin.

Ada beberapa opsi yang bisa dipantau yaitu:

- Usia kandungan 12 minggu untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak seperti down syndrome yang dapat dideteksi dengan mengukur tebal tengkuk janin dan bisa dikombinasikan dengan pemeriksaan darah (triple test).

- Usia 5 bulan untuk mengetahui kelainan yang sifatnya anatomis seperti kelainan bibir sumbing, otak, jantung dan lain-lain.

- Usia 7 bulan untuk mengetahui apakah ada masalah dengan pertumbuhan.

Trimester dua sudah dapat melihat janin secara utuh, semua organ janin sudah terbentuk, jumlah jari ada berapa, klep jantung ada berapa, apakah ada kelainan otak, dan sebagainya. Dan trimester tiga sudah lengkap, biasanya untuk melihat pertumbuhan secara keseluruhan.

Sesuai Indikasi

Saat dokter melakukan USG untuk memantau kehamilan, ibu hamil harus mengerti bahwa USG dilakukan sesuai indikasinya.

“Kalau hanya check up biasa saja, sebenarnya USG apapun tidak masalah. Dengan USG 2 dimensi (2D) pun dokter sudah dapat melihat jenis kelamin calon bayi, dan apakah janin tersebut kembar atau tidak. Hanya saja untuk mendeteksi berbagai permasalahan, dokter harus merujuk pada USG screening atau morfologi menggunakan alat yang disebut 4 dimensi (4D),” paparnya.

Ada fase tertentu seperti fase 12 minggu, 20 minggu, 28 minggu yang memerlukan pemeriksaan khusus seperti dengan alat USG 4D. Keistimewaan 4D selain dapat melihat janin dengan baik, juga memiliki daya tangkap terhadap kelainan janin yang lebih jelas. Misalnya, bisa melihat gambar muka dengan jelas.

Selain USG, dapat juga digunakan alat yang namanya Efek Doppler untuk mendeteksi denyut jantung janin. Tapi alat sederhana yang familiar dan sejak dulu dipakai, bahkan sampai sekarang adalah tangan dokter atau bidan yang ahli tentunya. Misalnya, dengan meraba tinggi rahim menggunakan tangan untuk mengetahui perkembangan janin.

“Tidak selalu ketika periksa hamil harus di-USG juga,” kata dokter yang ramah ini.

Pertanyaan Wajib ke Dokter

Pada umumnya pasien sudah mengerti hal apa saja yang harus ditanyakan ke dokter ketika melakukan USG. Bagi mereka yang penting adalah bayinya sehat. Parameter yang harus ditanyakan ketika pasien kontrol ke dokter antara lain:
- Ingin mengetahui bagaimana kondisi bayinya sehat atau tidak.
- Asupan makanannya bagus atau tidak.
- Apakah ada masalah atau tidak dengan pertumbuhan.
- Pertumbuhan berat janin berapa.
Ivan mengingatkan bahwa USG bukan untuk melihat kelainan fungsional tapi yang sifatnya anatomis.

Hati-hati Alergi Pembalut Picu Vulvitis

Praktis dan hemat, slogan yang seringkali membuat kaum wanita tergiur memilih pembalut murah meriah. Namun bila yang murah meriah itu merugikan kesehatan kita tentu tidak baik. Sebagai contoh kasus adalah reaksi alergi pembalut seperti yang dialami oleh Nia (nama samaran) 18 tahun, remaja yang mengeluh mengalami peradangan yang ditandai perubahan warna vulva menjadi kemerahan, gatal dan luka lecet (iritasi) pada alat kelamin luar vagina.

Orang tua Nia sempat cemas dan khawatir putrinya terkena penyakit kelamin. Namun ternyata setelah diperiksa dokter kandungan, ternyata mengidap Vulvitis atau peradangan pada vulva yakni daerah luar organ kelamin wanita akibat reaksi alergi dari pembalut wanita.

Continue reading

Risiko Kehamilan di Atas 40 Tahun

HAMIL pada usia 40 tahun ke atas terbilang rawan. Meski demikian, jika Anda tetap bersikukuh ingin tetap hamil di usia tersebut, Anda harus merencanakan program kesehatan yang matang.

Baru-baru ini, penelitian membuktikan bahwa dengan mempertahankan berat badan yang stabil sebelum hamil, dapat meminimalkan risiko yang dapat membahayakan kesehatan, baik bagi ibu maupun sang jabang bayi kelak.

Continue reading

APBD untuk Kesehatan Masih Minim

Pemerintah daerah (Pemda) dinilai masih pelit mengeluarkan anggaran untuk urusan kesehatan di daerahnya. Bahkan masih ada daerah yang belum mengalokasikan minimal 10 persen belanja daerahnya untuk kesehatan.

Coordinator of Research and Development Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) Muhammad Maulana menjelaskan, proporsi belanja daerah untuk urusan kesehatan memang masih rendah. Padahal, pemerintah telah mensyaratkan untuk menganggarkan minimal 10 persen belanja daerah untuk kesehatan.

Continue reading

Begini Cara Latihan Otot Dasar Panggul

ANDA mungkin sudah banyak yang sering dengar mengenai senam kegel atau latihan otot dasar panggul. Tapi sudahkah Anda mencobanya?

Senam kegel adalah suatu latihan otot dasar panggul Pubococcygeus (PC). Pubococcygeus sendiri adalah otot yang sama seperti saat Anda menahan kencing.

Continue reading

Awet Muda dengan Alpukat

INGIN awet muda? Jangan hindari alpukat. Pasalnya, alpukat berkemampuan menangkal radikal bebas hingga ke dalam sel-sel kecil dalam tubuh.

Ya, para ilmuwan sepakat mengatakan bahwa alpukat bisa menjadi senjata dalam memerangi penuaan dan penyakit.

Continue reading

Waspada Penyakit Kaki Gajah

CUACA akhir-akhir ini tak menentu. Pada situasi seperti ini, kita perlu waspada terhadap serangan berbagai penyakit. Salah satunya adalah penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh cacing.

Filariasis atau yang biasa disebut orang awam dengan kaki gajah, menurut dr. Erni Juwita Nelwan, SpPD, dari rumah sakit Royal taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Continue reading

Page 1 of 41234